Selasa, 30 Juni 2020

DAFTAR PUSTAKA


Hai-hai… teman-teman pasti pernah beli buku kan ? pernah gak kalian perhatikan dibuku itu ada bagian yang bernama “Daftar Pustaka”??? Bukan daftar pusaka ya, karena kita bicara tentang buku kukan keris. Hihi

Nah, kali ini kita akan bahas apa sih daftar pustaka itu? Manfaat, Unsur-unsur dan juga cara menyusun daftar pustaka. Jadi… yuk, kita pelajari !

 

PENGERTIAN DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka adalah daftar yang berisi semua buku atau tulisan ilmiah yang menjadi rujukan dalam melakukan penelitian. Maksudnya, ketika seseorang menulis penelitian yang diambil dari sumber-sumber lain maka harus dicantumkan dalam daftar pustaka tersebut.  Sehingga pembaca tulisan tersebut dapat jelas sumbernya.

 

MANFAAT DAFTAR PUSTAKA

Beberapa manfaat daftar pustaka, antara lain:

1.       Memenuhi etika penulisan.

2.       Sebagai bukti rujukan dari karya tulis.

3.       Memudahkan pembaca menelusuri kebenaran karya tulis.

4.       Sebagai pendukung ide penulis.

5.       Bentuk terima kasih penulis kepada penyumbang data penelitian.

6.       Referensi silang.

 

UNSUR-UNSUR DAFTAR PUSTAKA

Unsur-unsur dari daftar pustaka, antara lain :

·         Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.

·         Judul buku, termasuk judul tambahannya.

·         Data publikasi : penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilid dan tebal (jumlah halaman).

·         Untuk sebuah artikel diperlukan judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.

 

FUNGSI DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka berfungsi memberikan deskripsi yang penting tentang buku secara keseluruhan. Daftar pustaka juga berfungsi sebagai pelengkap dan catatan kaki.

Hal lain yang kita dapatkan dari daftar pustaka adalah :

a)       Memberikan informasi bahwa pernyataan yang dibuat bukan hasil pemikiran sendiri, melainkan juga ditambahkan dari pemmikiran orang lain.

b)      Pembaca dapat membaca referensi yang menjadi sumber kutipan.

c)       Memberikan apresiasi terhadap penulis buku yang telah membantu menyelesaikan karya tulis kita.

d)      Menjaga profesionalitas penulis terhadap karya tulisnya.

 

CARA PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

Ada beberapa ketentuan dan aturan dalam penulisan daftar pustaka yang baik dan benar :

1.       Nama

v  Bagi penulis yang menggunakan marga, nama marga ditulis terlebih dahulu. Sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan marga, diawali dengan penulisan nama belakang kecuali nama Cina. Jika penulis terdiri dari dua atau tiga orang, penulis pertamanamanya harus ditulis terbalik, tetapi penulis kedua dan ketika tidak perlu dibalik.

Contoh :

- Iwan Sasmito dan Hadi Setiadi ditulis menjadi Sasmito, Iwan dan Hadi Setiadi

- Iwan Sasmito, Hadi Setiadi, Seno Aji, Fahri Abdillah ditulis menjadi Sasmito Iwan et.all atau Sasmito Iwan dkk.

v  Gelar sarjana penulis tidak perlu dicantumkan.

v  Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangakan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke tujuh.

v  Jarak antara baris satu dengan sumber berikutnya adalah dua spasi.

 

2.       Tahun terbit

Setelah nama, cantumkan tahun terbit dari buku yang digunakan sebagai referensi. Jangan terkecoh  pada angka cetakan awal sebab bisa saja buku yang kita pakai merupakan cetakan kedua, ketiga amaupun terakhir. Dan diakhiri dengan tanda titik (.)

Contoh : Sasmito, Iwan. 2018.

 

3.       Judul buku

Setelah tahun terbit, tuliskan judul buku secara lengkap dan dicetak miring atau diberi garis bawah.

Contoh : Katsir, I. 2006. Tafsir Ibnu Katsir.

 

4.       Kota penerbit

Kota penerbit ditulis setelah judul buku dan diakhiri dengan tanda titik dua (:)

Contoh : Setiadi, Hadi. 2017. Cerdas Belajar Bahasa Indonesia. Jakarta:

 

5.       Penerbit

Penerbit ditulis setelah kota penerbit dan diakhiri dengan Tanda titik (.)

Contoh : Knight, John F. Family Medical Care Volume 4. Bandung: Indonesia Publishing House.

 

CONTOH DAFTAR PUSTAKA

1.       Wibowo, I. 2007. Belajar dari Cina. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.

2.       Sugiato, Eko. 2001. Agama sebagai Tertuduh. Dalam Suara MuhammadiyahLXXXVIII (23):12. Yogyakarta.

3.       Insukindro dan Aliman. 1999. Pemilihan dan Fungsi Empirik: Studi Kasus Perminatan Uang Kartal Riil di Indonesia. Jakarta: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol.14,No 4:49-61.

4.       Wijayati, Hasna. 2016. Fasilitas Kepabeanan, Perpajakan dan Lainnya untuk Kawasan Berikat, diakses dari http://portal-ilmu.com/faasilitas-kawasan-berikat/, pada 1 Januari 2018.

5.       Linawati, Sasongko. 2012. Hikmah Kebijakan Para Pemimpin Baru. Jakarta: Media Indonesia. (15 Maret 2012), hlm 4 & 5.

 

 

Nah, itu dia penjelasan tentang daftar pustaka. Gimana ? Cukup jelas bukan?

Semoga ulasan diatas bermanfaat yaa.. terima kasih 😊


Kamis, 25 Juni 2020

KUTIPAN Bagian II

Nah, kemarin sudah disinggung tentang Kutipan. Kali ini kita bahas apa sih yang dimaksud “Penghilangan bagian pada kutipan” dan "Catatan Kaki."

Penghilangan Bagian Kutipan

Penghilangan bagian kutipan merupakan salah satu prinsip dalam mengutip sebuah karya.

Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat tidak menyebabkan perubahan makna maupun arti yang terkandung dalam sumber kutipan.

Nah, cara menghilangkan bagian kutipan adalah :

  • Apabila di awal atau di tengah kutipan biasanya diganti dengan tiga titik spasi

  • Jika unsur yang akan dihilangkan terdapat pada akhir kalimat, maka tiga titik berspasi ditambahkan sesudah titik untuk mengakhiri kalimat.

  • Bila bagian yang dihilangkan terdiri atas satu alinea atau lebih, biasanya dinyatakan dengan titik berspasi panjang satu baris halaman.
Contoh 1 :

 “Tombol navigasi ini biasanya berada diatas header blog atau dibawah header blog…”

Contoh 2 :

“Pada penentuan topik penelitian, pusatkan perhatian dengan menggambarkan secara ringkas, menyusun judul, dan mempertimbangkan topik yang akan diteliti. Mahasiswa atau peneliti dapat mengawali dengan menyusun dua kata, tergantung kepada kita melanjutkan kalimat.”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………


Catatan kaki

Pengertian Catatan kaki 

  • Catatan kaki adalah keterangan yang ditambahkan di bagian bawah halaman.
  • Catatan kaki biasanya dicetak dengan huruf yang lebih kecil daripada huruf di teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok. 
  • Selain menjelaskan asal kutipan, catatan kaki juga sering digunakan untuk menjelaskan teks atau istilah khusus yang perlu penjelasan lebih panjang. 
  • Catatan kaki merupakan keterangan referensi yang ditempatkan pada kaki tulisan atau teks karya ilmiah.

Jenis Catatan Kaki

1. Catatan Kaki Lengkap ditulis lengkap dengan mencantumkan nama pengarang, judul buku, nama, atau nomor seri (jika ada), jumlah jilid (jika ada), nomor cetakan, nama penerbit, tahun terbit, dan nomor halaman.

2. Catatan Kaki Singkat ditulis singkat dan terdiri dari 3 macam yaitu:

  • Ibid. (Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.
  • Op.cit. (Singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.cit nomor halaman.
  • Loc.cit. (Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpa nomor halaman).

Manfaat catatan kaki

- Untuk memberikan keterangan dan penjelasan tentang sumber dari kutipan penyusunan daftar bacaan pada karya ilmiah.
-Untuk menghargai sumber kutipan yang dikutip, supaya pembaca karya ilmiah mengetahui sumber kutipan yang digunakan.
-Untuk menunjukan referensi lain.

Hal yang harus diingat dalam penulisan catatan kaki :

  • Nama pengarang tidak dibalik
  • Judul buku dicetak miring (jika diketik dengan komputer) atau digaris bawah (jika tidak dengan komputer). Selain buku (artikel di majalah, Koran, atau jurnal), judul sumber ditempatkan dalam tanda petik dua (“…”), tidak dicetak miring atau digaris bawah
  • Kota terbit
  • Nama penerbit
  • Tahun terbit
  • Nomor halaman
  • Semua unsur dihubungkan dengan tanda koma (,), kecuali setelah kota terbit, dihubungkan dengan tanda titik dua (:).

Contoh Catatan Kaki
- Dinda Mutiara, “Bahasa Jawa di Ambang Kepunahan?”, Kompas, 3 Mei, 1990, hlm. 5.
- Chairil Anwar, Aku Ini Binatang Jalang, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1991), hlm 4.
- Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8.


Nah, itulah ulasan dari penghilangan bagian kutipan dan juga catatan kaki. 
Semoga bermanfaat.. :) 



Rabu, 24 Juni 2020

"KUTIPAN"

Apa sih KUTIPAN ?????

Hai-hai.. “KUTIPAN” adalah tugas kesekian yang harus saya post kali ini. hihi
Oke teman-teman, kali ini kita akan bahas sedikit ulasan dari Kutipan.

PENGERTIAN KUTIPAN 

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kutipan adalah pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari suatu karya tulis dengan tujuan memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri. Penulis dapat menulis ulang bacaan yang telah dibaca dan bahan bacaan yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikina definisi kutipan adalah suatu kegiatan menulis ulang dari karya tulis lain dimana hal tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Kutipan itu sendiri digunakan untuk mengemukakan pendapat seseorang.

Jenis kutipan

Kutipan dibagi menjadi 2 jenis, Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung.

Kutipan Langsung :
  • Kutipan Langsung adalah penulisan kembali isi dari gagasan/pendapat karya tulis tanpa mengubah isi tulisan yang dikutip.
Manfaat Kutipan Langsung :

  • Mengenalkan istilah, gagasan, konsep maupun hal lain yang baru.
  • Memberi tekanan pada ciri khas dari orang lain. 
Kutipan Langsung dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
  • Kutipan Langsung Pendek 
  • Kutipan Langsung Panjang

Contoh Kutipan Langsung

Menurut Gorys Keraf didalam bukunya Argumentasi serta Narasi (1983:3), argumentasi merupakan suatu bentuk retorika yang berusaha untuk dapat mempengaruhi sikap serta pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan pada akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau juga pembicara.

Kutipan Tidak Langsung:

  • Penggunaan kutipan dengan cara mengambil gagasan/ide orang lain yang disampaikan menggunakan gaya bahasa atau kalimat sendiri sesuai dengan pemahaman pada kutipan tersebut.
Kutipan Tidak Langsung dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

  • Kutipan Tidak Langsung Pendek  > Kutipan tidak langsung yang terdiri dari satu paragraf atau kurang.
  • Kutipan Tidak Langsung Panjang > Kutipan Tidak Langsung yang terdiri dari beberapa paragraph

Contoh Kutipan Tidak Langsung

Menurut Kolker (1983: 3), membaca adalah proses komunikasi antara pembaca dan penulis dalam bahasa. Menurutnya, ada tiga esensi bacaan: emosional, kognitif, dan bahasa. Perilaku emosional mengacu pada emosi, perilaku kognitif mengacu pada pemikiran, dan perilaku verbal mengacu pada bahasa anak.

Manfaat Kutipan

  • Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi.
  • Menunjukkan akurasi yang lebih akurat
  • Fasilitasi penilaian penggunaan sumber daya.
  • Mudah membedakan antara data perpustakaan dan dependensi tambahan.
  • Mencegah penulisan data perpustakaan berulang-ulang.
  • Tingkatkan estetika penulisan.
  • Memfasilitasi tinjauan penggunaan referensi dan memfasilitasi skrip pengeditan yang terkait dengan data perpustakaan.

Nah, itu tadi sedikit ulasan tentang pengertian, manfaat dan contoh dari Kutipan. 
Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan teman-teman semua. 



Selasa, 23 Juni 2020

CONTOH KERANGKA KARANGAN

Hai hai..

Nah, sebelumnya kita sudah membahas tentang kerangka karangan. Kali ini saya akan kasih salah satu contohnya.

 

1. Tema : Kesehatan

Judul : Bahaya Merokok

 

2. Mengapa rokok berbahaya ?

 

3. Kandungan zat – zat berbahaya dalam rokok

    3.1 Nikotin

    3.2 Gas CO

    3.3 Tar

 

4. Penyakit yang ditimbulkan dari rokok

    4.1 Kanker paru – paru

    4.2 Bronkitis

 

5. Cara berhenti dari rokok

    5.1 Niat

    5.2 Olahraga

    5.3 Konsumsi buah apel hijau     

 

Itu tadi salah satu contoh kerangka karangan. Teman-teman bisa mengembangkan kerangka karangan yang akan teman-teman buat sesuai dengan tema.

Terima kasih sudah berkunjung.

Kritik dan saran akan selalu saya terima dengan senang hati. Semoga bermanfaat. :)

Sabtu, 02 Mei 2020

CERPEN II



Hi, high school !

Hai hai… kita berbagi sedikit cerita yuk!! Di masa sekolah, putih abu-abu. Yang katanya masa paling indah. Yaaa, aku setuju. Walaupun setiap masa pasti ada momen indah tersendiri yaa.. So, baca pelan-pelan yaa!!! J

Aku adalah salah seorang siswi sekolah menengah kejuruan swasta di Malang. Ehm, bukan sekolah bergengsi yang sering diunggul-unggulkan orang lain. Tapi disini, kutemukan orang-orang sederhana yang membawa banyak manfaat 
bagi hidupku. Teman dan pengalaman yang luar biasa.

Ingatanku kembali pada pertama kali kami masuk kelas. Aku duduk di bangku paling depan saat itu. Dengan ruangan yang tidak terlalu luas, tapi cukup untuk menampung hampir 40 siswa-siswi. Berkenalan dengan teman sebangku dan lainnya. Menentukan struktur kelas. Jadwal pelajaran dan jadwal piket.

Tahun pertamaku berjalan lancar layaknya siswa baru yang beradaptasi dengan lingkungan baru, semua terasa menyenangkan. Teman yang baik  dengan berbagai karakter.

Di tahun kedua, kami mulai menemukan teman yang nyaman untuk bermain. Bukan berkelompok yang saling meringsak, hanya memilah dan bersosialisasi sesuai dengan kesamaan kami. Dalam hal kelas, kami tetap kompak.

Aku ingat saat itu awal semester di tahun kedua, kami kedatangan siswa dari jurusan yang sama di kelas yang berbeda. Irza. Sebelumnya aku tau dirinya hanya pada beberapa saat, seorang siswa yang juga sedang menempuh pendidikan agama di salah satu pesantren tak jauh dari sekolah. Hanya sekedar itu. Bahkan saat kami sekelas pun, tak banyak hal yang dibicarakan. Ehm, kurasa dia kurang mampu bersosialisasi.

“Hai, kalian udah kenal aku kan ? aku pindah karena satu-dua hal. Semoga kita bisa saling membantu” ucapnya kala itu.
Aku dan ida saling berpandangan. “Sedikit angkuh” batinku.
Sampai kami harus melaksanakan Praktek Kerja Lapangan selama 3 bulan.

 Saat itu, Facebook dan twitter menjadi social media yang sering digunakan. Dan aku sendiri cukup aktif di Facebook. Beberapa minggu setelah pelepasan siswa PKL, Irza mengirim pesan di Facebook. “Wow, seorang “Irza” ???” pikirku saat itu. Ternyata sesuatu tentang pelajaran matematika yang dibahas. Ehm, itu normal ditanyakan oleh siswa pindahan kan? Mungkin dia mencoba berbaur, dan diawali dari diriku. Dan jika aku boleh sedikit menyombongkan diri, aku cukup bisa diandalkan dibeberapa pelajaran, terutama matematika. :D

Layaknya seorang teman, kami pun saling sharing. Karena saat itu pun aku mendengar dirinya sedang dekat dengan salah satu teman yang juga cukup dekat denganku. Fiya. Sama-sama murid pesantren. “cocoklah” batinku.

3 bulan berlalu. Kami kembali ke sekolah untuk pelajaran efektif lagi. Cukup banyak hal yang terjadi, beberapa teman tidak kembali ke sekolah. Karena satu dua hal yang terjadi. Dan ternyata saat itu Irza dan Fiya juga sudah tidak sedekat waktu itu. Okay, itu juga wajar. Karena kami masih sangat muda untuk saling berhubungan. Apa aku salah ??

Well, singkat cerita kami memasuki tahun terakhir. Tahun penentuan kami untuk memasuki dunia baru, antara lulus dan tidak lulus. Lanjut perguruan tinggi atau bekerja. Ahhh.. sedih ya harus berpisah dengan orang-orang baik.

Tahun terakhir di sekolah dimulai dengan pengulangan pelajaran di kelas X dan XI. Ehm, untuk beberapa siswa mungkin hal itu menyebalkan.  Karena kami akan menghadapi try out dan Ujian Nasional. Akan banyak hal yang harus kami persiapkan. 

Oh ya, sedikit cerita dari aku dan Irza. Kami jadi cukup dekat saat itu. Bukan “pacaran” ya. Tapi dekat. Dia cukup banyak membantuku. Memberi banyak masukan dan hal-hal baik lainnya. Ini kenapa aku sebut masa ini adalah masa dimana aku mendapat banyak hal. Terutama hal-hal baik.

“Jangan mudah berkata “iya” jika kamu tak mampu melakukannya!”
 “Konsisten dengan apa yang kamu katakan! Jika kamu berkata akan melakukannya maka lakukan!”

Beberapa pesan yang Irza katakan padaku saat itu. Sebenarnya banyak sih, tentang angan-angan kami di masa yang akan datang. Universitas yang ingin kami masuki, beasiswa-beasiswa dan gelar yang ingin kami raih, negara yang ingin kami kunjungi. Haha. Tapi ini hanya angan, dimana mungkin hal yang kami inginkan tak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Who’s know??? Dan hal itu benar-benar terjadi. :D

“Kamu berniat lanjut pendidikan kan?” Tanyanya kala itu.
“ya, tentu. Jika semua berjalan sesuai keinginanku.” Jawabku.
“Apa selanjutnya pun kamu berniat menempuh S2?”
“Maybe.”
“Apa sih keinginanmu?”
“Ehm… Keliling dunia.”
“Mau keliling dunia sama aku?”
Aku terdiam sesaat. “Boleh”
“Tapi mungkin kita harus menghalalkan hubungan terlebih dahulu.”
“Jika kita berjodoh” balasku.

Itu hanya sebagian dari angan-angan kami. Sejujurnya, aku masih sangat mengingat setiap momen bersamanya.

Next…
Selain Irza, aku juga punya beberapa teman baik. 5 orang anak perempuan. Ika, Ayu, Ida, Elsa dan Shinta. Mereka juga pewarna hari-hariku di sekolah. Karakter kami sangat berbeda. Dan dari perbedaan itulah kami saling melengkapi. Melakukan banyak hal bersama, mengerjakan tugas Kejuruan bersama, daftar SMNPTN bersama dengan keriweuhan yang Masya Allah.

Aku ingat saat kami bersiap untuk pendaftaran SMNPTN. Saat itu di masjid sekolah, tempat para siswa berkumpul. Karena disanalah satu-satunya tempat ber-WiFi . haha

“Ahh.. gak tau ah, ribet banget daftar doang.” Ucapku kesal.
“Apa lagi sih?” Tanya Ika.
“Bantu aku daftar dong!!” pintaku penuh harap.
“Sana sama si Irza !”
“Astaga” rajukku. Well, hampir semua anak di kelas maupun kelas lama Irza mengetahui kedekatan kami.
“Za, bantu aku daftar SMNPTN yaa!!” kataku sedikit memohon. Dan hanya dibalas gumaman. “Ini anak benar-benar ya.”

Meski begitu Irza tetap membantuku, tak hanya mendaftar. Dia bahkan mengurus segala kelengkapannya. Aku hanya tinggal memenuhi persyaratan seperti foto keluarga, data-dataku. Lainnya Irza memang sangat bisa diandalkan.
Bukan hanya itu, saat tak seorangpun dari kami yang lolos SMNPTN, dan aku sudah hampir menyerah untuk melanjutkan pendidikanku. Irza diam-diam mendaftarkanku pada jalur SBMPTN. Dia memang sebaik itu. Dan aku bersyukur mengenalnya.


“Za, aku harus kemana ini? Tempat ini asing bagiku.” 

Tanyaku saat berada di salah satu universitas tempat peserta SBMPTN melangsungkan test. Aku dan Irza memang tidak tes di tempat yang sama, tapi masih cukup dekat.

“Kamu tanya ke pak satpam. Biasanya ada petanya.”  Balasnya.
“Jahat banget, aku dibiarin sendirian.”  Tidak dibalas. T.T

Akhirnya kami selesai tes hampir adzan maghrib. Irza menelponku.

“Kamu dimana? Udah selesai kan?”
“Udah, aku lagi didepan Matos. Nungguin angkot.”
“Aku gak bisa antar, aku boncengan sama ayah. Maaf”
“He’em, gak apa.” Meski sedikit kesal.
“Ya udah, hati-hati ya.”
“Iya.”
****
Hasil test SBMPTN  keluar, dan aku tidak lolos. T.T
Irza memintaku untuk tetap melanjutkan kuliah. Tapi sayangnya, aku harus berpikir rasional. Dimana keadaan keluargaku tak memungkinkan untukku kuliah tanpa beasiswa atau semacamnya. Dan aku pun memutuskan untuk bekerja.
Dari situlah  jarak antara aku dan Irza mulai terasa, ada sedikit kekecewaan padanya yang tiba-tiba begitu. Tapi… ya sudahlah. Dari kami berlima ternyata hanya Shinta yang melanjutkan pendidikan. Dan lainnya bekerja. Ehm, tapi tahun ini aku pun mulai melanjutkan pendidikan sih. :)
 
Meski jarang bertemu,sesekali kami tetap saling berkomunikasi. Tetap berhubungan baik dan saling mendoakan. Begitupun dengan Irza. Setelah kuberanikan untuk memperjelas keadaan apa yang telah terjadi, kami akhirnya berteman lagi. Maksudku saling berhubungan layaknya teman sekolah. Dan begitu sudah cukup menenangkan bagiku. Bagaimanapun jalan kami sudah berbeda. :)


Well, sekian cerita yang bisa kubagikan. Membosankan kah ??? :D
Untuk teman-teman yang saat ini masih menempuh pendidikan ataupun tidak. Coba untuk tetap menjaga hubungan baik dengan siapapun. Tetap semangat dan jangan berhenti berbuat baik! 
Terima kasih sudah membaca sampai akhir, dan aku akan sangat berterima kasih apabila ada saran maupun kritik yang bisa membangun kualitas menulisku.


Semoga sehat selalu, everyone….
By: Flameria