Selasa, 30 Juni 2020

DAFTAR PUSTAKA


Hai-hai… teman-teman pasti pernah beli buku kan ? pernah gak kalian perhatikan dibuku itu ada bagian yang bernama “Daftar Pustaka”??? Bukan daftar pusaka ya, karena kita bicara tentang buku kukan keris. Hihi

Nah, kali ini kita akan bahas apa sih daftar pustaka itu? Manfaat, Unsur-unsur dan juga cara menyusun daftar pustaka. Jadi… yuk, kita pelajari !

 

PENGERTIAN DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka adalah daftar yang berisi semua buku atau tulisan ilmiah yang menjadi rujukan dalam melakukan penelitian. Maksudnya, ketika seseorang menulis penelitian yang diambil dari sumber-sumber lain maka harus dicantumkan dalam daftar pustaka tersebut.  Sehingga pembaca tulisan tersebut dapat jelas sumbernya.

 

MANFAAT DAFTAR PUSTAKA

Beberapa manfaat daftar pustaka, antara lain:

1.       Memenuhi etika penulisan.

2.       Sebagai bukti rujukan dari karya tulis.

3.       Memudahkan pembaca menelusuri kebenaran karya tulis.

4.       Sebagai pendukung ide penulis.

5.       Bentuk terima kasih penulis kepada penyumbang data penelitian.

6.       Referensi silang.

 

UNSUR-UNSUR DAFTAR PUSTAKA

Unsur-unsur dari daftar pustaka, antara lain :

·         Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.

·         Judul buku, termasuk judul tambahannya.

·         Data publikasi : penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilid dan tebal (jumlah halaman).

·         Untuk sebuah artikel diperlukan judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.

 

FUNGSI DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka berfungsi memberikan deskripsi yang penting tentang buku secara keseluruhan. Daftar pustaka juga berfungsi sebagai pelengkap dan catatan kaki.

Hal lain yang kita dapatkan dari daftar pustaka adalah :

a)       Memberikan informasi bahwa pernyataan yang dibuat bukan hasil pemikiran sendiri, melainkan juga ditambahkan dari pemmikiran orang lain.

b)      Pembaca dapat membaca referensi yang menjadi sumber kutipan.

c)       Memberikan apresiasi terhadap penulis buku yang telah membantu menyelesaikan karya tulis kita.

d)      Menjaga profesionalitas penulis terhadap karya tulisnya.

 

CARA PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

Ada beberapa ketentuan dan aturan dalam penulisan daftar pustaka yang baik dan benar :

1.       Nama

v  Bagi penulis yang menggunakan marga, nama marga ditulis terlebih dahulu. Sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan marga, diawali dengan penulisan nama belakang kecuali nama Cina. Jika penulis terdiri dari dua atau tiga orang, penulis pertamanamanya harus ditulis terbalik, tetapi penulis kedua dan ketika tidak perlu dibalik.

Contoh :

- Iwan Sasmito dan Hadi Setiadi ditulis menjadi Sasmito, Iwan dan Hadi Setiadi

- Iwan Sasmito, Hadi Setiadi, Seno Aji, Fahri Abdillah ditulis menjadi Sasmito Iwan et.all atau Sasmito Iwan dkk.

v  Gelar sarjana penulis tidak perlu dicantumkan.

v  Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangakan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke tujuh.

v  Jarak antara baris satu dengan sumber berikutnya adalah dua spasi.

 

2.       Tahun terbit

Setelah nama, cantumkan tahun terbit dari buku yang digunakan sebagai referensi. Jangan terkecoh  pada angka cetakan awal sebab bisa saja buku yang kita pakai merupakan cetakan kedua, ketiga amaupun terakhir. Dan diakhiri dengan tanda titik (.)

Contoh : Sasmito, Iwan. 2018.

 

3.       Judul buku

Setelah tahun terbit, tuliskan judul buku secara lengkap dan dicetak miring atau diberi garis bawah.

Contoh : Katsir, I. 2006. Tafsir Ibnu Katsir.

 

4.       Kota penerbit

Kota penerbit ditulis setelah judul buku dan diakhiri dengan tanda titik dua (:)

Contoh : Setiadi, Hadi. 2017. Cerdas Belajar Bahasa Indonesia. Jakarta:

 

5.       Penerbit

Penerbit ditulis setelah kota penerbit dan diakhiri dengan Tanda titik (.)

Contoh : Knight, John F. Family Medical Care Volume 4. Bandung: Indonesia Publishing House.

 

CONTOH DAFTAR PUSTAKA

1.       Wibowo, I. 2007. Belajar dari Cina. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.

2.       Sugiato, Eko. 2001. Agama sebagai Tertuduh. Dalam Suara MuhammadiyahLXXXVIII (23):12. Yogyakarta.

3.       Insukindro dan Aliman. 1999. Pemilihan dan Fungsi Empirik: Studi Kasus Perminatan Uang Kartal Riil di Indonesia. Jakarta: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol.14,No 4:49-61.

4.       Wijayati, Hasna. 2016. Fasilitas Kepabeanan, Perpajakan dan Lainnya untuk Kawasan Berikat, diakses dari http://portal-ilmu.com/faasilitas-kawasan-berikat/, pada 1 Januari 2018.

5.       Linawati, Sasongko. 2012. Hikmah Kebijakan Para Pemimpin Baru. Jakarta: Media Indonesia. (15 Maret 2012), hlm 4 & 5.

 

 

Nah, itu dia penjelasan tentang daftar pustaka. Gimana ? Cukup jelas bukan?

Semoga ulasan diatas bermanfaat yaa.. terima kasih 😊


Kamis, 25 Juni 2020

KUTIPAN Bagian II

Nah, kemarin sudah disinggung tentang Kutipan. Kali ini kita bahas apa sih yang dimaksud “Penghilangan bagian pada kutipan” dan "Catatan Kaki."

Penghilangan Bagian Kutipan

Penghilangan bagian kutipan merupakan salah satu prinsip dalam mengutip sebuah karya.

Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat tidak menyebabkan perubahan makna maupun arti yang terkandung dalam sumber kutipan.

Nah, cara menghilangkan bagian kutipan adalah :

  • Apabila di awal atau di tengah kutipan biasanya diganti dengan tiga titik spasi

  • Jika unsur yang akan dihilangkan terdapat pada akhir kalimat, maka tiga titik berspasi ditambahkan sesudah titik untuk mengakhiri kalimat.

  • Bila bagian yang dihilangkan terdiri atas satu alinea atau lebih, biasanya dinyatakan dengan titik berspasi panjang satu baris halaman.
Contoh 1 :

 “Tombol navigasi ini biasanya berada diatas header blog atau dibawah header blog…”

Contoh 2 :

“Pada penentuan topik penelitian, pusatkan perhatian dengan menggambarkan secara ringkas, menyusun judul, dan mempertimbangkan topik yang akan diteliti. Mahasiswa atau peneliti dapat mengawali dengan menyusun dua kata, tergantung kepada kita melanjutkan kalimat.”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………


Catatan kaki

Pengertian Catatan kaki 

  • Catatan kaki adalah keterangan yang ditambahkan di bagian bawah halaman.
  • Catatan kaki biasanya dicetak dengan huruf yang lebih kecil daripada huruf di teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok. 
  • Selain menjelaskan asal kutipan, catatan kaki juga sering digunakan untuk menjelaskan teks atau istilah khusus yang perlu penjelasan lebih panjang. 
  • Catatan kaki merupakan keterangan referensi yang ditempatkan pada kaki tulisan atau teks karya ilmiah.

Jenis Catatan Kaki

1. Catatan Kaki Lengkap ditulis lengkap dengan mencantumkan nama pengarang, judul buku, nama, atau nomor seri (jika ada), jumlah jilid (jika ada), nomor cetakan, nama penerbit, tahun terbit, dan nomor halaman.

2. Catatan Kaki Singkat ditulis singkat dan terdiri dari 3 macam yaitu:

  • Ibid. (Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.
  • Op.cit. (Singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.cit nomor halaman.
  • Loc.cit. (Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpa nomor halaman).

Manfaat catatan kaki

- Untuk memberikan keterangan dan penjelasan tentang sumber dari kutipan penyusunan daftar bacaan pada karya ilmiah.
-Untuk menghargai sumber kutipan yang dikutip, supaya pembaca karya ilmiah mengetahui sumber kutipan yang digunakan.
-Untuk menunjukan referensi lain.

Hal yang harus diingat dalam penulisan catatan kaki :

  • Nama pengarang tidak dibalik
  • Judul buku dicetak miring (jika diketik dengan komputer) atau digaris bawah (jika tidak dengan komputer). Selain buku (artikel di majalah, Koran, atau jurnal), judul sumber ditempatkan dalam tanda petik dua (“…”), tidak dicetak miring atau digaris bawah
  • Kota terbit
  • Nama penerbit
  • Tahun terbit
  • Nomor halaman
  • Semua unsur dihubungkan dengan tanda koma (,), kecuali setelah kota terbit, dihubungkan dengan tanda titik dua (:).

Contoh Catatan Kaki
- Dinda Mutiara, “Bahasa Jawa di Ambang Kepunahan?”, Kompas, 3 Mei, 1990, hlm. 5.
- Chairil Anwar, Aku Ini Binatang Jalang, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1991), hlm 4.
- Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8.


Nah, itulah ulasan dari penghilangan bagian kutipan dan juga catatan kaki. 
Semoga bermanfaat.. :) 



Rabu, 24 Juni 2020

"KUTIPAN"

Apa sih KUTIPAN ?????

Hai-hai.. “KUTIPAN” adalah tugas kesekian yang harus saya post kali ini. hihi
Oke teman-teman, kali ini kita akan bahas sedikit ulasan dari Kutipan.

PENGERTIAN KUTIPAN 

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kutipan adalah pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari suatu karya tulis dengan tujuan memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri. Penulis dapat menulis ulang bacaan yang telah dibaca dan bahan bacaan yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikina definisi kutipan adalah suatu kegiatan menulis ulang dari karya tulis lain dimana hal tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Kutipan itu sendiri digunakan untuk mengemukakan pendapat seseorang.

Jenis kutipan

Kutipan dibagi menjadi 2 jenis, Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung.

Kutipan Langsung :
  • Kutipan Langsung adalah penulisan kembali isi dari gagasan/pendapat karya tulis tanpa mengubah isi tulisan yang dikutip.
Manfaat Kutipan Langsung :

  • Mengenalkan istilah, gagasan, konsep maupun hal lain yang baru.
  • Memberi tekanan pada ciri khas dari orang lain. 
Kutipan Langsung dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
  • Kutipan Langsung Pendek 
  • Kutipan Langsung Panjang

Contoh Kutipan Langsung

Menurut Gorys Keraf didalam bukunya Argumentasi serta Narasi (1983:3), argumentasi merupakan suatu bentuk retorika yang berusaha untuk dapat mempengaruhi sikap serta pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan pada akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau juga pembicara.

Kutipan Tidak Langsung:

  • Penggunaan kutipan dengan cara mengambil gagasan/ide orang lain yang disampaikan menggunakan gaya bahasa atau kalimat sendiri sesuai dengan pemahaman pada kutipan tersebut.
Kutipan Tidak Langsung dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

  • Kutipan Tidak Langsung Pendek  > Kutipan tidak langsung yang terdiri dari satu paragraf atau kurang.
  • Kutipan Tidak Langsung Panjang > Kutipan Tidak Langsung yang terdiri dari beberapa paragraph

Contoh Kutipan Tidak Langsung

Menurut Kolker (1983: 3), membaca adalah proses komunikasi antara pembaca dan penulis dalam bahasa. Menurutnya, ada tiga esensi bacaan: emosional, kognitif, dan bahasa. Perilaku emosional mengacu pada emosi, perilaku kognitif mengacu pada pemikiran, dan perilaku verbal mengacu pada bahasa anak.

Manfaat Kutipan

  • Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi.
  • Menunjukkan akurasi yang lebih akurat
  • Fasilitasi penilaian penggunaan sumber daya.
  • Mudah membedakan antara data perpustakaan dan dependensi tambahan.
  • Mencegah penulisan data perpustakaan berulang-ulang.
  • Tingkatkan estetika penulisan.
  • Memfasilitasi tinjauan penggunaan referensi dan memfasilitasi skrip pengeditan yang terkait dengan data perpustakaan.

Nah, itu tadi sedikit ulasan tentang pengertian, manfaat dan contoh dari Kutipan. 
Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan teman-teman semua. 



Selasa, 23 Juni 2020

CONTOH KERANGKA KARANGAN

Hai hai..

Nah, sebelumnya kita sudah membahas tentang kerangka karangan. Kali ini saya akan kasih salah satu contohnya.

 

1. Tema : Kesehatan

Judul : Bahaya Merokok

 

2. Mengapa rokok berbahaya ?

 

3. Kandungan zat – zat berbahaya dalam rokok

    3.1 Nikotin

    3.2 Gas CO

    3.3 Tar

 

4. Penyakit yang ditimbulkan dari rokok

    4.1 Kanker paru – paru

    4.2 Bronkitis

 

5. Cara berhenti dari rokok

    5.1 Niat

    5.2 Olahraga

    5.3 Konsumsi buah apel hijau     

 

Itu tadi salah satu contoh kerangka karangan. Teman-teman bisa mengembangkan kerangka karangan yang akan teman-teman buat sesuai dengan tema.

Terima kasih sudah berkunjung.

Kritik dan saran akan selalu saya terima dengan senang hati. Semoga bermanfaat. :)