Nah, kemarin sudah disinggung tentang Kutipan. Kali ini kita bahas apa sih yang dimaksud “Penghilangan bagian pada kutipan” dan "Catatan Kaki."
Penghilangan Bagian Kutipan
Penghilangan bagian kutipan merupakan salah satu prinsip dalam mengutip sebuah karya.
Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat tidak menyebabkan perubahan makna maupun arti yang terkandung dalam sumber kutipan.
Nah, cara menghilangkan bagian kutipan adalah :
- Apabila di awal atau di tengah kutipan biasanya diganti dengan tiga titik spasi
- Jika unsur yang akan dihilangkan terdapat pada akhir kalimat, maka tiga titik berspasi ditambahkan sesudah titik untuk mengakhiri kalimat.
- Bila bagian yang dihilangkan terdiri atas satu alinea atau lebih, biasanya dinyatakan dengan titik berspasi panjang satu baris halaman.
Contoh 1 :
“Tombol navigasi ini biasanya berada diatas header blog atau dibawah header blog…”
Contoh 2 :
“Pada penentuan topik penelitian, pusatkan perhatian dengan menggambarkan secara ringkas, menyusun judul, dan mempertimbangkan topik yang akan diteliti. Mahasiswa atau peneliti dapat mengawali dengan menyusun dua kata, tergantung kepada kita melanjutkan kalimat.”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Catatan kaki
Pengertian Catatan kaki
- Catatan kaki adalah keterangan yang ditambahkan di bagian bawah halaman.
- Catatan kaki biasanya dicetak dengan huruf yang lebih kecil daripada huruf di teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok.
- Selain menjelaskan asal kutipan, catatan kaki juga sering digunakan untuk menjelaskan teks atau istilah khusus yang perlu penjelasan lebih panjang.
- Catatan kaki merupakan keterangan referensi yang ditempatkan pada kaki tulisan atau teks karya ilmiah.
Jenis Catatan Kaki
1. Catatan Kaki Lengkap ditulis lengkap dengan mencantumkan nama pengarang, judul buku, nama, atau nomor seri (jika ada), jumlah jilid (jika ada), nomor cetakan, nama penerbit, tahun terbit, dan nomor halaman.
2. Catatan Kaki Singkat ditulis singkat dan terdiri dari 3 macam yaitu:
- Ibid. (Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.
- Op.cit. (Singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.cit nomor halaman.
- Loc.cit. (Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpa nomor halaman).
Manfaat catatan kaki
- Untuk memberikan keterangan dan penjelasan tentang sumber dari kutipan penyusunan daftar bacaan pada karya ilmiah.
-Untuk menghargai sumber kutipan yang dikutip, supaya pembaca karya ilmiah mengetahui sumber kutipan yang digunakan.
-Untuk menunjukan referensi lain.
Hal yang harus diingat dalam penulisan catatan kaki :
- Nama pengarang tidak dibalik
- Judul buku dicetak miring (jika diketik dengan komputer) atau digaris bawah (jika tidak dengan komputer). Selain buku (artikel di majalah, Koran, atau jurnal), judul sumber ditempatkan dalam tanda petik dua (“…”), tidak dicetak miring atau digaris bawah
- Kota terbit
- Nama penerbit
- Tahun terbit
- Nomor halaman
- Semua unsur dihubungkan dengan tanda koma (,), kecuali setelah kota terbit, dihubungkan dengan tanda titik dua (:).
Contoh Catatan Kaki
- Dinda Mutiara, “Bahasa Jawa di Ambang Kepunahan?”, Kompas, 3 Mei, 1990, hlm. 5.
- Chairil Anwar, Aku Ini Binatang Jalang, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1991), hlm 4.
- Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8.
Nah, itulah ulasan dari penghilangan bagian kutipan dan juga catatan kaki.
Semoga bermanfaat.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar